“Bagaimana dengan orang yang mampu? apakah boleh punya anak banyak? (according to lagu Doel Sumbang “Raja Goda”)… FS Question on August 19, 2009
Pertanyaan ini menggelitik saya untuk kembali menulis..
Saya perlu berbalik bertanya yang dimaksud dengan orang mampu itu seperti apa? Bisa saja menurut saya, saya termasuk orang mampu namun menurut orang lain saya belum termasuk kategori mampu.. Mampu atau tidak mampu itu lebih bersifat relatif kan..
Dalam kaitannya dengan KB.. Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya.. Bisa jadi ketika awal pernikahan, kondisi keuangan keluarga sangat mapan karena berada pada usia puncak sehingga mengganggap dirinya mampu memiliki anak banyak.. Namun perlu dingat hidup manusia itu bersifat dinamis.. selalu berputar. Kadang di atas kadang di bawah…
Kalau saat ini kita berada di posisi puncak karir, kita mampu merawat anak 10 orang.. belum tentu ketika kita melewati masa produktif kita mampu merawat 10 orang anak tersebut..
Ingat semakin tinggi usia anak, maka kebutuhan hidupnya semakin tinggi.
Contohnya anak usia balita cukup diberi mainan motor motoran.. Namun ketika dia memasuki usia akil balik, anak itu akan ”menuntut” orang tuanya untuk dibelikan motor asli… Coba kalo punya anak 10 orang berarti perlu pengadaan 10 motor dalam jangka waktu 20 tahun mendatang..
Contoh lain.. Biaya mensekolahkan anak di TK dan SD tentunya jauh lebih murah dibandingkan mensekolahkan anak di jenjang yang lebih tinggi.. Apalagi di jenjang perguruan tinggi.. Di saat itu ke’mampuán orang tua dalam mengasuh anak anaknya benar benar teruji…
Oleh karena itu, di Indonesia banyak anak usia sekolah yang putus sekolah.. Tidak percaya.. Mudah saja.. sekarang ini hampir di setiap kota besar di Indonesia mudah sekali menemukan anak anak jalanan, anak anak yang berjualan di pasar. Semua itu demi alasan membantu ekonomi keluarga..
Kalau mayoritas anak anak Indonesia putus sekolah apa yang terjadi dengan bangsa ini… Kita akan semakin terjajah..
Apakah ini yang kita mau?
Tentunya tidak.. oleh karena itu, sebaiknya meskipun saat ini kita mengangggap diri kita mampu.. sebaiknya tetap ikut ber KB.. Hal ini demi masa depan anak anak kita sendiri..
Kalaupun ternyata kita sangat kaya… seperti Paman Gober… Uang yang kita punya bisa kita sumbangkan kepada para anak yang putus sekolah, para anak yang menderita sakit keras, para orang tua jompo… Masih banyak yang membutuhkan bantuan anda…
setuju bgt mb dian
Setuju bgt.. Kira2 berapa thn jarak yg ideal antara anak pertama dan kedua y mba’ ? Saya baru melahirkan anak pertama & berencana ikut program KB jg. Saat ini usia 25 thn.
** Ibu Ana: Sebaiknya jarak ideal kelahiran antara anak pertama dan kedua adalah lima tahun. Kenapa? Pertama, Karena seperti disarankan dalam agama dan kesehatan, sebaiknya seorang bayi diberikan Air Susu Ibu (ASI) selama dua tahun agar anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat. Kedua, kalau jarak melahirkan terlalu dekat kondisi organ reprodusksi ibu juga belum pulih normal… Misalnya kalau melahirkan dengan operasi dan melahirkan setahun kemudian, luka operasi akan terbuka kembali. Ketiga, jarak antara kedua anak itu 5 tahun, anak pertama akan mulai sekolah TK atau SD sehingga ibu dapat konsentrasi mengurus bayi keduanya.. Mudah mudahan membantu ibu ya..
Salam