Saya sedikit terkejut ketika mengkuti Seminar tentang kependudukan dan KB yang dihadiri oleh para siswa sekolah keperawatan dan kebidanan di Mataram.. Banyak dari mereka yang memandang bahwa anak banyak itu tidak masalah..
Kalau semua generasi muda Indonesia berpendapat yang sama, bisa kacau negara ini nantinya.. Kalau KB tidak penting, kenapa semua calon presiden RI memasukan KB sebagai salah satu program utama mereka dalam debat calon presiden RI 2009.. ??
Slogan banyak anak banyak rezeki sudah tidak bisa diterapkan di Indonesia lagi.. Anak itu memang anugerah dari Tuhan YME… Oleh sebab itu, memiliki anak sebaiknya merupakan hasil dari perencanaan yang matang…kapan sebaiknya ingin memiliki anak.. berapa banyak anak yang ingin dimiliki… agar kita semua tidak menyia nyiakan ‘titipan’ Tuhan tersebut.
Sekarang coba bayangkan.. kalo ada satu buah telur di goreng dadar.. untuk dimakan sekeluarga.. Kalo anaknya hanya dua, telur tersebut akan dipotong 4 rata (seperempat bagian).. untuk ayah, ibu dan 2 anak.. Kalau keluarga itu memiliki delapan anak.. maka telur tersebut akan dipotong menjadi 10 bagian kecil.. gizi keluarga itu akan berkurang..Kalau gizi keluarga tidak tercukupi, keluarga itu akan lebih rentan terhadap penyakit.. dan tentunya kalau ada yang sakit penularan terhadap saudara sekandungnya akan lebih cepat karena jumlah populasi dalam keluarga terlalu padat sementara kekebalan tubuh sangat kurang..
Analogi ini juga bisa diterapkan pada sudut pandang ‘pendapatan’keluarga.. Kalau ayah sebagai pencari nafkah utama memiliki gaji per bulan sebesar satu juta rupiah. Apabila Beliau memiliki lima anak (misalnya).. maka Beliau harus menanggung sekitar 6 orang yaitu isri dan kelima anak.. jadi satu juta dibagi 7 orang (ayah, ibu, lima anak) sama dengan Rp 142.857,- per orang per bulan atau sama dengan Rp. 4.761 ,- per orang per hari.. Belum kalau sang ayang atau ibu memiliki orang tua sebagai tanggungan mereka.. maka angka empat ribu tersebut harus dibagi lagi dengan orang tua sang ayah dan sang ibu..
Kalau orang tua tersebut tidak mau berfikir jangka panjang.. Misalna ‘aaah kan saya punya banyak teman dan keluarga yang bisa membantu’.. Namun sampai kapan mereka bisa diandalkan.. karena tentunya mereka memiliki tanggungan masing masing..
Kalau kita ikut KB maka kita merupakan dari orang orang yang tidak egois.. kenapa begitu.. Karena dengan mengikuti KB artinya kita menyadari tanggung jawab besar dalam mengasuh anak anak.. Kalau anak kita cuma dua.. maka kita bisa merawat dan membesarkan anak anak kita dengan penuh kasih sayang.. kita masih bisa membantu orang tua kita secara optimal.. kita masih bisa membantu anak anak yatim secara optimal.. kita masih bisa membantu saudara saudara kita yang membutuhkan bantuan.. dan dilihat dari kaca mata makro.. kita turut serta memajukan bangsa Indonesia dengan mendidik anak anak yang berkualitas tinggi agar tidak kalah dengan bangsa lain..
Bukankah ‘tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah’..
Yoi..KB penting banget, apa jadinya dunia kalo semua orang punya anak banyak, sumber daya alam kita kan terbatas apalagi kalau SDM nya ngga berkualitas, wah..gawat..